Tahukah saudara, bahwa hati nurani sering disebut dengan kata hati? Hati nurani atau kata hati ini, digunakan sebanyak 31 kali dalam surat-surat Paulus. Hati nurani atau kata hati ini, dalam teks asli Alkitab dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat diketahui atau dipahami. Secara ringkas, pada umumnya hati nurani dapat diartikan sebagai suatu dorongan keinsyafan batin yang dimiliki seseorang, yang dapat menentukan seseorang untuk mengambil keputusan. Hati nurani dapat menghayati tentang apa yang baik dan yang buruk, yang berhubungan dengan tingkah laku kongkrit hidup seseorang. Dalam hal ini jelas menunjukkan, bahwa manusia memiliki kesadaran yang memungkinkannya memiliki kebebasan sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Allah. Oleh karena itu, hati nurani harus selalu memperoleh pengaruh positif dari luar. Baik itu pengaruh kebudayaan mau pun pengaruh lingkungan.
Harus dipertegas, bahwa suara hati lebih bersifat subyektif, karena keputusan dan sikap batin kita sangat dipengaruhi oleh diri sendiri. Suara hati mencerminkan segala pengertian dan prasangka kita sendiri, karena ternyata suara hati bersumber pada diri sendiri. Dalam hal ini, kita tidak boleh menyamakan suara hati nurani sama seperti suara Allah. Tetapi meski pun suara hati nurani tidak boleh disamakan sebagai suara Allah, namun hati nurani berhubungan dengan yang Ilahi — Hukum Taurat yang tertulis di dalamnya. Hati nurani juga bersifat personal dan adipersonal. Bersifat personal, karena selalu berkaitan erat dengan pribadi yang bersangkutan. Bersifat adipersonal, karena seolah-olah melebihi pribadi kita yang merupakan instansi di atas kita dalam menerangi dan memberikan kesadaran terhadap moral kita.
Dalam hal inilah, perlu adanya pendidikan dan pendewasaan hati nurani. Orang percaya yang ingin bertumbuh dewasa, harus mendidik hati nuraninya dengan firman Tuhan. Firman harus mendidik hati nurani kita, supaya dapat menjadi corong suara Tuhan dalam diri kita. Seorang yang mengerti firman Tuhan, hati nuraninya akan menjadi instrumen Tuhan yang berbicara di dalam dirinya.
