Home Page
Beranda > Perpustakaan > Suara Kebenaran >

Mengalami Kuasa Kebangkitan Tuhan

Semua gereja di dunia merayakan kebangkitanNya. Apa dampak keyakinan bahwa Yesus telah bangkit dari kematian bagi kita. Hal ini dimaksudkan agar perayaan Paskah dan peringatan kebangkitan Tuhan Yesus jangan hanya sebagai “kesempatan” bernostalgia” tentang cerita kebangkitan Tuhan. Kalau kita percaya bahwa Tuhan Yesus hidup, maka keyakinan tersebut harus membawa pengaruh dalam hidup ini. Pengalaman mengalami kuasa kebangkitan Tuhan meliputi 2 pokok masalah.

 

  1. Kita berurusan dengan Allah yang hidup. Ia bukan Allah yang mati, tetapi Allah yang hidup artinya memiliki mata yang dapat melihat, telinga mendengar, kesadaran dan hati yang dapat merasa. Perhatikan lagu” mata Tuhan melihat”, merupakan peringatan bahwa kita tidak dapat ceroboh dengan perbuatan kita. Sebab Tuhan melihat, mendengar dan hatinya bereaksi terhadap sikap dan tindak tanduk kita. Menyadari hal ini kita tidak akan bersikap ceroboh, sebab penyertaan Tuhan bukan hanya membuat kita tenang karena Dia melindungi dan menjaga tetapi juga membuat kita berhati-hati sebab tindakan kita menimbulkan reaksi perasaan Tuhan (Hub: Kej 6:5-6; Yes 7:13).

 

Kesadaran bahwa Ia adalah Allah yang hidup menggerakkan kita melayani Dia dengan tulus dan sungguh-sungguh, kita tidak melayani Tuhan yang mati, tetapi Tuhan yang hidup. Gerak hidup kita adalah pelayanan kepada Tuhan yang hidup. Pelayanan disini tentu maksudnya adalah perbuatan baik kita kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan (1Tes 1:9)

 

  1. Tuhan adalah Allah yang hidup yang memerintah alam semesta ini. Tuhan Yesus berkata, bahwa segala kuasa ada di tangan Tuhan (Mat 28:18-20; Band. Ia duduk disebelah kanan Allah Bapa). Pemerintah dan pemimpin sebuah negara bisa berganti-ganti, tetapi pemerintahan Allah tidak pernah diganti (Dan 2:44). Bila kita percaya hal ini maka kita percaya bahwa semua dalam kontrol dan monitor Tuhan yang sempurna., Alkitab berkata bahwa tidak akan seekor burung jatuh diluar kehendak Bapa (Mat 10:29-31), bahkan rambut kepala kitapun terhitung olehNya. Hal ini menunjukkan pemeliharaan dan perhatianNya yang sempurna.

 

Jadi kalau kita yakin sungguh-sungguh akan hal ini kita belajar bergantung kepada Tuhan, bukan kepada sumber lain. Kita harus percaya Allah kita bukan saja berkuasa tetapi juga baik. Kepercayaan kepada Allah yang hidup, baik dan berkuasa akan membuahkan jiwa yang tenang. Menggerakkan kita menghampiri Dia senanatiasa sebab Dialah sumber kehidupan ini.

 

Jadi kalau dunia disekitar kita mengalami gonjang ganjing, kalau hidup kita mengalami gonjang ganjing (kesukaran dan kesulitan), hal itu terjadi untuk kemuliaan namaNya demi kebaikan kita. Harus saudara pahami bahwa dunia ini persinggahan sementara. Tempat pelatihan, persiapan dimana kita akan dibawa kedalam Kerajaan Bapa. Ketika Stefanus diseret oleh musuh-musuh Injil, disana Tuhan seperti tidak berdaya menolong stefanus. Tuhan bukannya tidak berdaya tetapi Tuhan menghendaki demikian, sebab dengan cara demikian Stefanus menjadi martir (Kiss 7:55)