Home Page
Beranda > Perpustakaan > Suara Kebenaran >

Arah Kebangunan Rohani Dewasa Ini

Dewasa ini kita melihat dan mengalami suatu gelombang kebangunan rohani yang luar biasa di kalangan orang- orang Kristen di seluruh dunia. Gelombang kebangunan rohani ini menciptakan suatu iklim baru dalam dunia kekristenan kita.Adanya KKR dimana-mana, munculnya persekutuan-persekutuan doa di rumah-rumah bagai jamur di musim hujan,terbentuknya berbagai persekutuan dan perkumpulan yang bertendensi pada kegiatan rohani di berbagai kelompok profesi dll, munculnya keimaman awam, dibukanya berbagai kelas-kelas Alkitab malam, gedung- gedung besar menjadi tempat ibadah, gereja tidak lagi menjadi pusat ibadah satu-satunya dll. Dibalik kandungan positif yang ada di dalam semua kegiatan tersebut maka kita temukan pula berbagai ekses-ekses negatif yang harus diakui bisa merusak nilai kekristenan, kehidupan iman. Sebab bersamaan dengan iklim baru kekristenan ini muncul juga pengajaran yang tidak sehat, praktek-praktek ibadah yang kadang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara theologis ( alkitabiah ) dll. Perlu direnungkan pertanyaan ini : KEMANAKAH ARAH GERAKAN INI SEBENARNYA ? MAU DIKEMANAKAN ORANG-ORANG PERCAYA INI ? Mari melihat apa yang Alkitab berkata tentang maksud dan tujuan kebangunan rohani/pembaharuan hidup sebenarnya ? Ini lebih dari sekedar yang miskin jadi kaya materi, yang sakit sehat, nganggur dapat pekerjaaan dll. Bicara tentang maksud tujuan kebangunan rohani sebenarnya kita sedang kembali melihat maksud kedatang TY ke dalam dunia.Vissi utama kedatangan TY di dalam dunia.

 

 

Maksud dan Tujuan Kebangunan Rohani

 

Membaca Injil Yohanes 5:24 dan Yohanes 3:16 ini, saya mengajak sdr untuk memberi perhatian kepada kalimat "hidup yang kekal". Kalimat ini tentu tidak asing bagi telinga orang Kristen. Tahukah sdr makna yang terkandung didalam kalimat " hidup yang kekal" Kalau Alkitab berbicara mengenai hidup yang kekal sesungguhnya ia bukan hanya berbicara mengenai waktu , dalam hal ini karena terpancang dengan kata "kekal". Berbicara mengenai hidup yang kekal Alkitab bukan saja berbicara mengenai waktu yang tidak berkesudahan, panjangnya hidup, tetapi ia ingin berbicara pula mengenai dalamnya hidup.Kwalitas hidup, mutu hidup, nilai hidup. Nilai hidup binatang tidak sama dengan nilai hidup manusia. Selanjutnya nilai hidup seseorang berbeda dengan nilai hidup/mutu hidup manusia lain. Harus disadari bahwa nilai hidup semua orang tidak sama.

Kriteria apakah yang digunakan untuk menunjukkan nilai hidup manusia itu? kekayaankah, gelar, pangkat, kedudukan, popularitas, penampilan, pengetahuan, kekuasaan, kekuatan-kekuatan sekuler ? tentu harus saja jawab " TIDAK ". memang pada umumnya ukuran inilah yang dipakai.Hal terbukti dengan kuatnya ambisi manusia pada umumnya memburu hal-hal ini, menempuh segala jalan menghalalkan segala cara . Ukuran apakah yang benar untuk menunjuk nilai/kwalitas/ mutu hidup manusia? Untuk melihat ini kita harus kembali kepada "penciptaan manusia".Yaitu maksud tujuan manusia diciptakan' .Manusia yang bermutu adalah manusia yang hidup sesuai dengan maksud tujuan dirinya diciptakan.Apa maksud tujuan manusia diciptaka Jadi hidup yang berkwalitas yang diungkapkan dengan kalimat" hidup yang kekal"adalah kehidupan yang bersekutu dengan Allah dan dalam pengabdian kepadaNYa". Kebangunan rohani yang Allah kerjakan dewasa ini secara luar biasa dimaksudkan hendak mengembalikan manusia kepada hidup yang bernilai, bermutu, berkwalitas.Manusia yang hidup dalam persekutuan dan pengabdian kepadaNya.

Dewasa ini ditengah-tengah kemajuan manusia diberbagai bidang ilmu pengetahuan, ditemukannya berbagai penemuan canggih. Manusia telah menjadi manusia yang telah merosot nilai hidupnya. Seperti jaman Nuh kecenderungan manusia semata-mata kepada perkara-perkara yang melawan Tuhan dan FirmanNya.Terjadi kemerosotan ahlak, moral dan iman (Matius 24:39). Keadaan ini juga berlangsung dalam kehidupan orang Percaya di akhir jaman ini. Memang mereka masih ke gereja, melasanakan liturgi dan ritus agama . Tetapi pada hakekatnya mereka hanya memiliki sebuah keberagamaan tetapi tidak memiliki hakekat kebenaran Injil. (2Tim 3:5). Kalau hal ini berlangsung terus banyak orang-orang yang mengaku Kristen yang akan binasa dan Injil terhambat untuk menjadi keselamatan bagi mereka yang belum mengenal TY. Tidak dapat disangkal banyak gereja hanya menciptakan umatnya menjadi manusia beragama tetapi tidak mengajak jemaat secara militan untuk memiliki hidup yang bersekutu dengan Allah dan dalam pengabdian kepadanya.Parahynya pengabdian yang ditawarkan sebenarnya pengabdian kepada organisasi, denominasi, ambisi dan vissi pribadi tokoh-tokoh rohaniawannya dll. Untuk ini harus diingat bahwa tujuan kebanguan rohani ini bukan untuk membangun denominasi baru, pendeta- pendeta baru, penginjil-penginjil baru yang kemudian sebagai eksesnya muncul pendeta-pendeta gadungan dan penginjil-penginjil petualang. BUkan pula nama denominasi yang megah, tokoh yang berlimpah materi,jumlah jemaat yang berlimpah dalam gereja tertentu dll.

Maksud Tujuan utama kedatangan Tuhan Yesus: MEMBAWA MANUSIA KEDALAM RENCANA SEMULA ALLAH.

Jadi ditengah-tengah suasana dunia yang serba tidak menentu ini. Manusia memang digiring untuk mencari Allah (seperti gandum yang siap dituai - Yohanes 4:35- 38). Dunia akan mengkondisi manusia mencari pertolongan, sebab dunia akan digoncang dengan berbagai keadaan (2 Tim 3:1). Alternatif terbaik ditemukan orang yaitu datang kepada Tuhan. Sdr.Kelompok yang memilih alternatif ini. Oleh sebab itu kalau saudara sudah sampai ditempat ini, sdr harus menemukan dengan jelas apa yang Tuhan mau. Kita disini tidak sekedar mencari perteduhan sementara dari berbagai kesulitan hidup dunia ini. TETAPI TUHAN MAU MEMBAWA KITA KEPADA RENCANA AGUNGNYA SEMULA. Bila sdr.bersedia belakar kebenaran dan hidup didalamnya. BIla tidak lebih baik anda tidak ada disini. Anda akan makin frustasi dan bodoh. Gererja bukan sekedar tempat dimana kita dapat melarikan diri dari kesulitan hidup ekonomi, kesehatan dll. Gereja adalah tempat dimana rencana agung Tuhan ditawarkan. Kita tidak dapat membodohi Tuhan dengan berpendapat bahwa PERCAYA KEPADA YESUS BERARTI DAPAT MENGGUNAKAN TUHAN UNTUK KEPENTINGAN KITA, dalam hal ini kepentingan duniawi. PERCAYA KEPADA YESUS BERARTI MENYERAH KEPADA KEHENDAKNYA. Inilah kehendak Tuhan Ia hendak membawa kita kepada rencana AgungNya semula" ( Roma 8:29 ). Allah mau memberikan hidup yang kekal. Kehidupan ini harus dihayati dan dikembangkan. Sebuah kehidupan yang bersekutu dengan Allah dan dalam pengabdian kepadaNYa sepenuh. Ini berarti sdr harus keluar dari kubangan hidup beragama lahiriah / semu. Masuk ke dalam pergumulan mencari kebenaran dengan hati yang haus dan lapar.